Inilah Perbedaan Microstock dan Macrostock

Perbedaan Microstock dan Macrostock


Perbedaan Microstock dan Macrostock – Banyak cara yang dapat dilakukan oleh designer atau pun pekerja lepas (freelancer) untuk mendapatkan penghasilan. Salah satu sumber pendapatan yang populer adalah menjual karya digital di Internet.

Di internet, menjual karya digital bukan hal yang susah. Jika kamu adalah seorang designer atau freelancer maka microstock dan macrostock merupakan media yang dapat kamu pilih untuk menjual karya-karya digitalmu.

Jangkauan internet yang luas dan pasar yang besar membuat karya-karyamu dengan mudah laku dan segera mendulang penghasilan.

Namun, sebelum itu, kamu harus tau perbedaan microstock dan macrostock.

Berikut ini adalah Perbedaan Microstock dan Macrostock:

Pengertian Microstock dan Macrostock

Keduanya sejatinya memiliki kesamaan yaitu, media atau wadah untuk menjual karya digital seseorang di internet. Namun, untuk memahami perbedaan microstock dan macrostock, perlu ada definisi khusus untuk menjelaskannya. 

Microstock adalah media penjualan karya digital berbasis internet yang umumnya setiap produknya tidak mengalihkan hak eksklusif kepada pembelinya. 

Hal ini berbeda dengan macrostock. Macrostock adalah media penjualan karya digital berbasis internet yang setiap produknya memiliki eksklusif bagi pemilikna.

Hak eksklusif merupakan hak istimewa dan monopoli yang diberikan kepada pemilik karya dan orang lain tidak diperkenankan untuk menggunakan tanpa izin.

Perbedaan Lisensi Produk Digital

Dari pengertian yang berbeda antara microstock dan macrostock, memiliki arti bahwa lisensi yang menyertai karya yang dijual di microstock dan macrostock adalah berbeda.

Lisensi microstock tidak menyertai hak eksklusif bagi pemiliknya. Sehingga, pemilik karya dapat menjual kepada siapa pun dengan harga yang sama maupun berbeda di mana pun dan kapan pun. 

Karya dengan lisensi non-eksklusif akan mendapatkan penjualan berkali-kali.

Baca Juga: 

Berbeda dengan karya yang dijual di macrostock yang menggunakan lisensi eksklusif pada setiap karyanya. Pemilik karya hanya dapat menjual kepada 1 pihak dan pada 1 waktu. Artinya, penjual hanya terjadi 1 kali.

Namun, sedikit gambaran bahwa ada beberapa microstock yang memfasilitasi pemilik karya apakah karya tersebut dijual dengan lisensi eksklusif atau non-eksklusif, seperti Dreamstime.

Perbedaan Harga Karya di Microstock dan Macrostock

Harga karya yang dijual di microstock dan macrostock memiliki perbedaan. Hal ini dikarenakan lisensi yang melekat pada masing-masing karya.

Di microstock lebih murah, karena lisensinya non-eksklusif. Pembeli tidak hanya 1, melainkan bisa lebih dari dari 1 dengan berbagai macam tujuan penggunaan.

Berbeda dengan macrostock yang cenderung lebih mahal. Hal ini tidak lain karena lisensi eksklusif yang melekat pada karya yang dijual di macrostock. Ketika seorang pembeli menjual di macrostock, maka karya yang dibeli tersebut tidak dijual lagi kepada pembeli yang lain.

Namun, sedikit tambahan, setiap situs microstock terkadang tidak hanya menjual karya yang berlisensi non-eksklusif, melainkan juga menjual karya dengan lisensi eksklusif.

Begitu pun dengan situs macrostock yang terkadang juga menjual karya dengan lisensi non-ekslusif. 

Contoh Situs Microstock dan Macrostock

Situs Microstock di antaranya adalah Shutterstock dan Freepik.

Situs Macrostock di antaranya adalah LogoGround.

Penutup

Untuk kamu yang baru memulai dan balum cukup terampil dapat mencoba dan terus belajar di situs microstock. Karena untuk dapat lolos seleksi karya di microstock relatif lebih mudah dibandingkan dengan di macrostock.

Semoga artikel perbedaan microstock dan macrostock ini dapat bermanfaat. Selamat mencoba.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url