Cara Follow Up Lamaran Kerja lewat WA agar Tidak Dianggap Spam

Yang lain udah hasilin jutaan dari digital marketing.
Kamu masih nunggu apa?

Belajar digital marketing biar kerja fleksibel,
tapi saldo rekening tetap gendut.

πŸš€ Gaspol Cuan di Sini

Posted

in

by

Siap-Siap Dilirik HRD: Seni Follow Up Lamaran Kerja Via WA Tanpa Bikin Risih!

Mencari kerja itu maraton, bukan sprint. Kirim lamaran kerja itu baru langkah awal. Langkah selanjutnya yang seringkali bikin bingung adalah cara follow up lamaran kerja lewat wa agar tidak dianggap spam. Nah, di sini kita akan kupas tuntas gimana caranya kamu bisa follow up lamaran kerja lewat wa agar tidak dianggap spam, tetap profesional, dan justru bikin HRD makin tertarik sama kamu.

Kenapa Follow Up Itu Penting?

Follow up bukan berarti kamu desperate atau maksa. Justru, follow up menunjukkan beberapa hal positif tentang diri kamu. Pertama, menunjukkan kalau kamu beneran tertarik sama posisi yang kamu lamar. Kedua, menunjukkan kalau kamu proaktif dan punya inisiatif. Ketiga, menunjukkan kalau kamu punya kemampuan komunikasi yang baik.

Banyak pelamar kerja yang berpikir kalau mengirim lamaran sekali saja sudah cukup. Padahal, HRD itu setiap hari menerima ratusan, bahkan ribuan lamaran. Lamaran kamu bisa saja tenggelam di antara tumpukan CV lainnya. Dengan follow up, kamu mengingatkan mereka tentang keberadaan kamu dan resume yang kamu kirim. Jadi, jangan takut untuk follow up, ya!

Bakatmu = Masa Depanmu πŸš€

Berhenti melamar kerja asal-asalan! Dengan E-book MA02 – Tes Bakat ST-30, kamu bisa mengukur potensi diri, memahami hasilnya, dan tahu posisi kerja yang paling cocok.

Jangan buang waktu di jalur yang salah β€” tentukan karier sesuai bakatmu mulai hari ini!

πŸ‘‰ Download Sekarang

Kapan Waktu yang Tepat untuk Follow Up?

Timing itu penting banget. Jangan terlalu cepat, tapi juga jangan terlalu lama. Idealnya, kamu bisa follow up sekitar satu minggu sampai dua minggu setelah kamu mengirim lamaran. Tergantung juga sih, kadang ada perusahaan yang mencantumkan tanggal penutupan lowongan atau tanggal pengumuman hasil seleksi. Kalau ada, kamu bisa sesuaikan waktu follow up kamu dengan tanggal tersebut.

Kalau misalnya perusahaan sudah mencantumkan tanggal pengumuman, misalnya dua minggu setelah tanggal penutupan lowongan, kamu bisa follow up setelah tanggal tersebut lewat. Kalau belum ada kabar juga, ya udah, langsung sikat aja. Ingat, jangan follow up setiap hari! Itu namanya spam dan justru bikin kamu dicoret dari daftar kandidat.

Cara Ampuh Follow Up Lewat WA Biar Nggak Dicap Spam

Nah, ini dia inti dari semua ini. Gimana caranya follow up lewat WA tanpa bikin HRD ilfeel? Ikuti tips berikut ini:

Promo sisa 3 orang! Dapatkan [Berkas Karir Lengkap] siap edit agar cepat diterima kerja/magang.

Download sekarang hanya Rp 29.000 (dari Rp 99.000) β€” akses seumur hidup!

Download Sekarang

1. Pastikan Kamu Punya Nomor WA HRD atau Orang yang Tepat

Ini langkah paling awal dan krusial. Jangan sampai kamu salah kirim pesan ke nomor yang nggak ada hubungannya sama proses rekrutmen. Gimana cara dapetin nomor WA HRD? Biasanya, beberapa perusahaan mencantumkan nomor kontak HRD di website atau media sosial mereka. Kalau nggak ada, kamu bisa coba cari informasi lewat LinkedIn atau kenalan yang mungkin bekerja di perusahaan tersebut.

Kalau kamu nggak nemu nomor HRD, kamu bisa coba menghubungi resepsionis atau bagian umum perusahaan tersebut. Minta tolong sambungkan ke bagian HRD atau minta nomor WA orang yang bertanggung jawab atas rekrutmen. Ingat, sampaikan dengan sopan dan jelas tujuan kamu menghubungi mereka.

2. Mulai dengan Salam dan Perkenalan yang Sopan

Sopan santun itu nomor satu. Jangan langsung to the point nanya "Gimana kabar lamaran saya?". Mulai dengan salam yang formal, misalnya "Selamat pagi/siang/sore, Bapak/Ibu [Nama HRD]". Lalu, perkenalkan diri kamu dengan menyebutkan nama lengkap dan posisi yang kamu lamar.

LinkedIn = Jalan Cepat Dapat Kerja πŸ’ΌπŸš€

Jangan biarkan profilmu cuma jadi CV online. Dengan [EBOOK] Social Media Special LinkedIn – Kau Ga Harus Genius 1.0, kamu bisa ubah akun LinkedIn jadi magnet lowongan & peluang kerja.

πŸ“˜ Belajar bikin profil standout, posting yang dilirik HRD, & strategi jaringan yang benar. Saatnya LinkedIn kerja buatmu, bukan cuma jadi etalase kosong.

πŸ‘‰ Ambil Sekarang

Contoh: "Selamat pagi, Bapak/Ibu [Nama HRD]. Perkenalkan, nama saya [Nama Lengkap], saya adalah pelamar untuk posisi [Nama Posisi] yang saya kirimkan pada tanggal [Tanggal Kirim Lamaran]". Dengan perkenalan yang jelas, HRD akan langsung tahu siapa kamu dan lamaran mana yang kamu maksud.

3. Sebutkan Kembali Posisi yang Kamu Lamar dan Kapan Kamu Mengirim Lamaran

Ini penting untuk mengingatkan HRD tentang lamaran kamu. HRD menerima banyak lamaran setiap hari, jadi wajar kalau mereka lupa dengan lamaran kamu. Dengan menyebutkan kembali posisi yang kamu lamar dan tanggal kamu mengirim lamaran, kamu memudahkan mereka untuk mencari lamaran kamu di database mereka.

Contoh: "Saya ingin menindaklanjuti lamaran saya untuk posisi [Nama Posisi] yang saya kirimkan pada tanggal [Tanggal Kirim Lamaran] melalui [Sumber Informasi Lowongan, misalnya website perusahaan atau job portal]".

4. Sampaikan Tujuan Follow Up dengan Jelas

Jangan bertele-tele. Sampaikan tujuan kamu follow up dengan singkat dan jelas. Misalnya, kamu ingin menanyakan status lamaran kamu atau ingin tahu apakah ada informasi tambahan yang dibutuhkan.

Contoh: "Tujuan saya menghubungi Bapak/Ibu adalah untuk menanyakan perkembangan lamaran saya. Apakah ada informasi tambahan yang perlu saya berikan atau ada tahapan seleksi selanjutnya yang perlu saya ikuti?".

5. Tunjukkan Antusiasme dan Minat Kamu Terhadap Perusahaan

Ini kesempatan kamu untuk menunjukkan betapa kamu tertarik dengan perusahaan tersebut. Kamu bisa menyebutkan alasan kenapa kamu ingin bekerja di perusahaan tersebut atau apa yang membuat kamu tertarik dengan posisi yang kamu lamar.

Contoh: "Saya sangat tertarik dengan posisi [Nama Posisi] di [Nama Perusahaan] karena saya memiliki pengalaman yang relevan di bidang [Sebutkan Bidang] dan saya sangat antusias dengan visi dan misi perusahaan di bidang [Sebutkan Bidang]".

Produk Huafit GTS Smartwatch

6. Akhiri dengan Ucapan Terima Kasih dan Harapan

Akhiri pesan kamu dengan ucapan terima kasih atas waktu dan perhatian HRD. Sampaikan juga harapan kamu untuk bisa mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.

Contoh: "Terima kasih atas waktu dan perhatian Bapak/Ibu. Saya sangat berharap dapat diberikan kesempatan untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya. Selamat pagi/siang/sore".

Contoh Pesan Follow Up yang Efektif

Berikut ini contoh pesan follow up yang bisa kamu gunakan sebagai referensi:

"Selamat pagi, Bapak/Ibu [Nama HRD]. Perkenalkan, nama saya [Nama Lengkap], saya adalah pelamar untuk posisi [Nama Posisi] yang saya kirimkan pada tanggal [Tanggal Kirim Lamaran] melalui [Sumber Informasi Lowongan].

Saya ingin menindaklanjuti lamaran saya untuk posisi [Nama Posisi] di [Nama Perusahaan]. Saya sangat tertarik dengan posisi ini karena saya memiliki pengalaman yang relevan di bidang [Sebutkan Bidang] dan saya sangat antusias dengan visi dan misi perusahaan di bidang [Sebutkan Bidang].

Tujuan saya menghubungi Bapak/Ibu adalah untuk menanyakan perkembangan lamaran saya. Apakah ada informasi tambahan yang perlu saya berikan atau ada tahapan seleksi selanjutnya yang perlu saya ikuti?

Terima kasih atas waktu dan perhatian Bapak/Ibu. Saya sangat berharap dapat diberikan kesempatan untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya. Selamat pagi".

Tips Tambahan Biar Makin Oke

Selain tips di atas, ada beberapa hal lagi yang perlu kamu perhatikan:

  • Gunakan bahasa yang formal dan profesional. Hindari penggunaan bahasa gaul atau singkatan yang tidak jelas.
  • Perhatikan tata bahasa dan ejaan. Pesan yang kamu kirim harus bebas dari kesalahan tata bahasa dan ejaan. Ini menunjukkan kalau kamu orang yang teliti dan profesional.
  • Kirim pesan di jam kerja. Hindari mengirim pesan di luar jam kerja atau di hari libur.
  • Bersabar dan jangan memaksa. HRD mungkin tidak bisa langsung membalas pesan kamu. Beri mereka waktu untuk memproses lamaran kamu. Jangan memaksa mereka untuk memberikan jawaban segera.
  • Tetap positif dan optimis. Meskipun kamu belum mendapat kabar baik, tetaplah positif dan optimis. Jangan menyerah untuk mencari pekerjaan impian kamu.

Dengan mengikuti tips di atas, kamu bisa meningkatkan peluang kamu untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu. Ingat, cara follow up lamaran kerja lewat wa agar tidak dianggap spam itu penting, tapi yang lebih penting adalah kualitas lamaran kamu dan kemampuan kamu saat wawancara. Jadi, persiapkan diri kamu sebaik mungkin!

Yuk cari tahu tips interview lainnya: