C – Industri

Ditulis oleh Sea Digitalis Ditinjau oleh Ahmad Alveyn Sulthony Ananda, S.H. Diperbarui Agustus 31, 2026

Cakupan dan Definisi Utama Industri Pengolahan (Kategori C)

Kategori Industri Pengolahan mencakup seluruh kegiatan perubahan secara kimia, fisik, maupun biologis dari suatu bahan, unsur, atau komponen menjadi produk baru. Sumber bahan baku dapat berasal dari sektor hulu (pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan, dan penggalian) maupun produk setengah jadi dari industri manufaktur lainnya. Selain penciptaan produk baru, proses pembaruan besar, rekonstruksi pokok, serta perakitan (assembly) komponen juga diakui sebagai bagian integral dari kegiatan industri.

1. Karakteristik Output Produksi

Hasil dari siklus manufaktur dalam kategori ini terbagi menjadi dua jenis keluaran:

  • Produk Akhir (Finished Goods): Barang jadi yang siap digunakan langsung oleh konsumen akhir maupun pelaku usaha.

  • Produk Antara (Intermediate Goods): Produk setengah jadi yang menjadi input primer untuk mata rantai industri berikutnya (contoh: pemurnian bauksit menjadi alumina → peleburan alumina menjadi aluminium primer → penarikan kawat aluminium → pembuatan produk kawat pabrikasi).

2. Ketentuan Produsen Tanpa Pabrik (Factoryless Goods Producers / FGP)

Klasifikasi industri juga mengakomodasi model bisnis modern melalui ketentuan FGP:

  • Masuk Kategori C (Industri): Pelaku usaha yang mengalihdayakan (outsource) 100% proses manufaktur fisik kepada pihak ketiga, namun tetap memegang kendali penuh atas proses produksi serta menyediakan input kekayaan intelektual (IP) kritikal. FGP tetap diklasifikasikan ke dalam kelompok industri yang sama seolah memproduksi sendiri.

  • Masuk Kategori G (Perdagangan): Pelaku usaha yang mengalihdayakan transformasi tanpa mengontrol proses produksi, tanpa menyediakan kekayaan intelektual kritikal, dan tidak menyediakan bahan baku murni dianggap sebagai kegiatan jual-beli/reseller (Perdagangan Besar dan Eceran).

3. Klasifikasi Komponen, Suku Cadang, dan Fabrikasi Plastik

  • Komponen Spesifik: Pembuatan suku cadang, aksesori, dan kelengkapan khusus untuk mesin tertentu dikelompokkan ke dalam kategori yang sama dengan mesin yang menggunakannya.

  • Komponen Umum: Komponen mekanis/elektrikal yang bersifat universal (misalnya piston, motor listrik, katup, roda gigi, bantalan rol) diklasifikasikan ke dalam kelompok manufaktur komponen generik terkait, terlepas dari mesin akhir tempat komponen tersebut dipasang.

  • Komponen Plastik: Pembuatan komponen khusus melalui teknik cetak (molding) atau ekstrusi plastik umumnya masuk ke dalam Golongan 222.

4. Batasan Daur Ulang: Pengolahan Limbah vs. Manufaktur Bahan Sekunder

  • Kategori E (Pengelolaan Limbah - Golongan 383): Kegiatan pemulihan limbah menjadi bahan baku sekunder (scrap/recycled materials) diklasifikasikan sebagai penanganan limbah, bukan industri pengolahan.

  • Kategori C (Industri Pengolahan): Pemanfaatan bahan baku sekunder atau limbah tersebut untuk menghasilkan produk baru (misalnya ekstraksi perak murni dari limbah film rontgen) tetap diakui sepenuhnya sebagai kegiatan industri.

5. Reparasi, Pemeliharaan, dan Instalasi Mesin

  • Golongan Pokok 33: Jasa reparasi, pemeliharaan khusus, dan instalasi mesin/peralatan industri komersial (pemasangan mesin industri secara spesifik masuk ke Subgolongan 3320).

  • Golongan Pokok 95: Pemeliharaan dan reparasi komputer, barang keperluan pribadi/rumah tangga, serta kendaraan bermotor dan sepeda motor.

  • Kategori F (Konstruksi): Pemasangan, perbaikan, atau pemeliharaan peralatan yang terintegrasi permanen dengan struktur bangunan (seperti lift, eskalator, dan sistem HVAC/tata udara gedung) di lokasi proyek konstruksi.

6. Aktivitas Spesifik yang Masuk Kategori C (Inklusi)

Aktivitas berikut secara resmi diklasifikasikan sebagai bagian dari industri pengolahan:

  • Pengolahan ikan segar di darat / luar kapal perikanan (Golongan 102).

  • Pasteurisasi dan pembotolan susu cair (Subgolongan 1050).

  • Penyamakan dan konversi kulit (Subgolongan 1511).

  • Pengawetan kayu (Subgolongan 1629).

  • Aktivitas percetakan komersial dan penunjangnya (Golongan 181).

  • Vulkanisasi dan vulkanisir ban (Subgolongan 2211).

  • Produksi beton siap pakai / ready-mix concrete (Subgolongan 2395).

  • Pelapisan logam, electroplating, dan perlakuan panas (heat treatment) (Subgolongan 2592).

  • Pembangunan kembali atau remanufaktur mesin kendaraan/industri (Subgolongan 2910).

  • Jasa pengisian kembali tabung alat pemadam api ringan (APAR).

  • Fabrikasi struktur dan bangunan prafabrikasi dengan perakitan minimal di lapangan.

7. Pengecualian dan Batasan Sektor (Eksklusi)

Aktivitas yang melibatkan transformasi material namun tidak termasuk Kategori C meliputi:

  • Kategori A (Pertanian & Kehutanan): Pemanenan kayu dan pemanfaatan langsung hasil pertanian tanpa proses fabrikasi lanjutan.

  • Kategori B (Pertambangan): Pengambilan dan pemanfaatan mineral atau bijih mentah.

  • Kategori D (Energi): Produksi bahan bakar gas untuk suplai jaringan permanen.

  • Kategori E (Lingkungan): Pembuatan pupuk kompos dari sampah organik (Subgolongan 3821).

  • Kategori F (Konstruksi): Pekerjaan konstruksi fisik serta perakitan struktur bangunan prafabrikasi di lokasi proyek (on-site).

  • Kategori G (Perdagangan): Pengemasan ulang (repacking), pembotolan minuman keras/kimia dalam partai kecil, pencampuran cat sesuai pesanan, dan pemotongan plat/logam atas permintaan konsumen tanpa mengubah karakteristik dasar produk.

  • Kategori I (Penyediaan Makanan & Minuman - Golongan Pokok 56): Pengolahan dan penyajian makanan untuk langsung dikonsumsi di tempat.

  • Kategori J (Informasi & Komunikasi): Kegiatan penerbitan (publishing) mandiri maupun kombinasi kegiatan penerbitan dan pencetakan.

KBLI C

FAQ KBLI 2025 dan OSS

Bagaimana cara mengecek KBLI 2025?

Cara mengecek KBLI 2025 adalah dengan mencari nama kegiatan usaha atau kode KBLI melalui database KBLI BPS atau sistem OSS. Masukkan kata kunci yang menggambarkan kegiatan utama usaha, kemudian periksa kode 5 digit, judul KBLI, uraian, serta ruang lingkup kegiatannya.

Jika sebelumnya menggunakan KBLI 2020, Anda juga dapat menggunakan fitur konversi KBLI pada OSS untuk mengetahui apakah kode lama tetap sama, berubah, dipecah menjadi beberapa kode, digabung, atau ditata ulang dalam KBLI 2025.

Jangan menentukan KBLI hanya berdasarkan judulnya. Pastikan uraian dan ruang lingkup kode tersebut benar-benar sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

Berapa total KBLI 2025?

KBLI 2025 memiliki 1.559 kelompok kegiatan usaha pada tingkat kode 5 digit. Struktur KBLI 2025 terdiri dari 22 kategori dari A sampai V, 87 golongan pokok, 257 golongan, 519 subgolongan, dan 1.559 kelompok.

Kode 5 digit atau kelompok merupakan tingkat klasifikasi yang paling spesifik dan pada umumnya digunakan ketika menentukan kegiatan usaha dalam proses Perizinan Berusaha melalui OSS.

Cara cek KBLI dimana?

KBLI dapat dicek melalui database resmi KBLI BPS, database KBLI pada OSS, maupun fitur konversi KBLI 2020 ke KBLI 2025 di OSS. Anda dapat mencari berdasarkan kode atau kata kunci kegiatan usaha.

Untuk memahami cara memilih kode, perubahan dari KBLI 2020 ke KBLI 2025, struktur kode, tingkat risiko, serta cara migrasinya di OSS, baca juga Panduan Lengkap KBLI 2025: Cek Kode Terbaru, Perubahan Utama, dan Cara Migrasi di OSS.

Bagaimana cara memperbarui KBLI 2025 di OSS?

Pembaruan KBLI 2025 di OSS dilakukan melalui proses perubahan atau pemutakhiran kegiatan usaha dan, apabila diperlukan, konversi dari KBLI lama ke KBLI 2025.

  1. Login ke akun OSS.
  2. Buka menu Perizinan Berusaha.
  3. Pilih kegiatan usaha atau proyek yang akan diperbarui.
  4. Lakukan perubahan atau pemutakhiran kegiatan usaha.
  5. Ikuti proses konversi KBLI jika masih menggunakan KBLI lama.
  6. Pilih KBLI 2025 yang sesuai dengan kegiatan sebenarnya.
  7. Lengkapi kembali data kegiatan usaha apabila diminta.
  8. Simpan dan selesaikan proses perubahan sampai dokumen Perizinan Berusaha diperbarui.

Jika hasil konversi menghasilkan beberapa pilihan kode karena KBLI lama dipecah atau ditata ulang, pilih berdasarkan kegiatan yang benar-benar dijalankan.

Apakah OSS sudah menggunakan KBLI 2025?

Ya. OSS sudah menggunakan KBLI 2025 sebagai referensi klasifikasi kegiatan usaha. OSS juga menyediakan mekanisme konversi dari KBLI 2020 ke KBLI 2025 untuk membantu pelaku usaha menyesuaikan kegiatan usahanya.

Dalam proses pengajuan baru, perubahan, perluasan, pemutakhiran, atau proses Perizinan Berusaha tertentu, pelaku usaha dapat diminta menyesuaikan kegiatan usahanya dengan KBLI 2025.

Apakah 1 NIB bisa banyak KBLI?

Ya, satu NIB dapat mencakup lebih dari satu KBLI atau kegiatan usaha. NIB merupakan identitas Pelaku Usaha, sedangkan KBLI digunakan untuk mengklasifikasikan kegiatan usaha yang dijalankan.

Namun, masing-masing KBLI dapat memiliki tingkat risiko, persyaratan, Sertifikat Standar, izin, kewajiban, atau PB-UMKU yang berbeda.

Kenapa kode KBLI di OSS tidak muncul?

Kode KBLI dapat tidak muncul di OSS karena beberapa sebab. Salah satunya adalah kode yang dicari masih menggunakan KBLI lama dan telah berubah, digabung, dipecah, atau ditata ulang dalam KBLI 2025.

  • Kode atau kata kunci pencarian tidak sesuai.
  • KBLI telah berubah dalam KBLI 2025.
  • Kegiatan tidak tersedia untuk profil usaha tertentu.
  • Data badan usaha belum diperbarui.
  • Maksud dan tujuan perusahaan belum mendukung kegiatan tersebut.
  • Terdapat kendala atau penyesuaian pada sistem OSS.

Jika kode lama tidak ditemukan, periksa melalui fitur konversi KBLI terlebih dahulu.

Bagaimana cara menambahkan KBLI di OSS versi terbaru?

Untuk menambahkan KBLI di OSS, pelaku usaha perlu melakukan perubahan atau penambahan kegiatan usaha pada data Perizinan Berusaha.

  1. Login ke akun OSS.
  2. Masuk ke menu Perizinan Berusaha.
  3. Pilih perubahan atau pengembangan kegiatan usaha.
  4. Tambahkan kegiatan usaha.
  5. Cari dan pilih KBLI 2025 yang sesuai.
  6. Tentukan lokasi kegiatan usaha.
  7. Lengkapi data investasi dan data kegiatan.
  8. Selesaikan persyaratan yang diminta OSS.
  9. Terbitkan atau perbarui dokumen Perizinan Berusaha.

Untuk badan hukum seperti PT, pastikan kegiatan yang akan ditambahkan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan.

Berapa lama penambahan KBLI di OSS?

Tidak ada satu jangka waktu yang berlaku untuk seluruh proses penambahan KBLI di OSS. Jika data perusahaan sudah sesuai dan tidak membutuhkan perubahan atau verifikasi tambahan, proses administrasinya dapat diselesaikan relatif cepat.

Proses dapat menjadi lebih lama jika dibutuhkan perubahan akta, pembaruan data perusahaan, konversi KBLI, pemenuhan persyaratan dasar, verifikasi Sertifikat Standar, atau perizinan sektoral lainnya.

Bagaimana cara mengatasi KBLI yang tidak muncul di OSS?

Jika KBLI tidak muncul di OSS, langkah pertama adalah memeriksa apakah kode tersebut masih berlaku dalam KBLI 2025.

  1. Cari berdasarkan nama kegiatan, bukan hanya nomor kode.
  2. Periksa hasil konversi KBLI lama.
  3. Baca uraian KBLI 2025 yang baru.
  4. Pastikan data dan maksud tujuan badan usaha telah sesuai.
  5. Periksa apakah kegiatan memiliki pembatasan atau ketentuan tertentu.
  6. Jika kode seharusnya tersedia tetapi tetap tidak muncul, lakukan pengecekan melalui layanan bantuan OSS.

Jangan memilih KBLI lain yang tidak sesuai hanya agar proses OSS dapat dilanjutkan.

Bagaimana cara menampilkan KBLI di NIB yang sudah terbit?

KBLI baru dapat ditampilkan pada NIB yang sudah terbit dengan menambahkan atau memperbarui kegiatan usaha melalui OSS, kemudian menerbitkan kembali dokumen NIB setelah perubahan selesai.

Pelaku usaha tidak perlu membuat badan usaha baru hanya untuk menambahkan kegiatan usaha. Namun, pastikan kegiatan tersebut telah sesuai dengan maksud dan tujuan badan usaha serta ketentuan KBLI 2025.

Apakah KBLI perlu diperbarui?

KBLI perlu diperbarui apabila kode atau ruang lingkup kegiatan usaha sudah tidak sesuai dengan klasifikasi terbaru atau aktivitas usaha yang sebenarnya.

Pembaruan juga dapat diperlukan ketika perusahaan melakukan perubahan, perluasan, pemutakhiran, atau proses Perizinan Berusaha lain yang menggunakan KBLI 2025.

Jangan hanya memeriksa nomor kode. Pada beberapa kasus, kode dapat tetap sama tetapi judul, uraian, atau ruang lingkupnya mengalami perubahan.

Bagaimana cara mendapatkan KBLI?

Cara mendapatkan KBLI yang tepat adalah dengan mengidentifikasi kegiatan usaha yang benar-benar dijalankan, kemudian mencocokkannya dengan klasifikasi KBLI 2025.

  1. Tentukan kegiatan utama dan kegiatan pendukung usaha.
  2. Cari kata kunci kegiatan pada database KBLI.
  3. Periksa beberapa kode yang paling relevan.
  4. Baca judul, uraian, dan ruang lingkup masing-masing KBLI.
  5. Pilih kode 5 digit yang paling sesuai dengan aktivitas nyata.
  6. Periksa tingkat risiko dan Perizinan Berusaha yang berlaku melalui OSS.

Jika perusahaan menjalankan beberapa aktivitas berbeda, perusahaan dapat menggunakan lebih dari satu KBLI sepanjang kegiatan tersebut memang dijalankan dan sesuai ketentuan.

Sources: oss.go.id