G – Perdagangan Besar dan Eceran

Ditulis oleh Sea Digitalis Ditinjau oleh Ahmad Alveyn Sulthony Ananda, S.H. Diperbarui Agustus 31, 2026

Cakupan Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (Kategori G)

Sektor ini mencakup kegiatan distribusi komersial yang berfokus pada perdagangan besar maupun eceran (penjualan barang berwujud tanpa melakukan perubahan bentuk atau proses teknis secara mendasar), serta penyediaan layanan pendukung yang melekat pada transaksi barang dagangan.

1. Proses Penunjang Tanpa Perubahan Teknis

Dalam rangka persiapan distribusi, kegiatan perdagangan sering kali disertai proses penunjang yang tidak mengubah esensi atau bentuk teknis barang, seperti:

  • Penyortiran, pembersihan, pengeringan, dan pengelompokan berdasarkan kualitas (terutama untuk hasil pertanian).

  • Pecah ukuran besar (bulk-breaking), pengemasan ulang, pembotolan, dan pengemasan untuk partai kecil.

  • Perakitan sederhana, pencampuran, serta pemotongan lembaran kayu atau logam.

(Catatan: Jika aktivitas-aktivitas di atas tidak dilakukan sebagai bagian dari siklus perdagangan, melainkan dijalankan secara independen sebagai inti operasional, maka diklasifikasikan ke dalam kategori KBLI lainnya).

2. Klasifikasi Utama: Perdagangan Besar vs. Perdagangan Eceran

Perbedaan mendasar antara kedua model perdagangan ini bukan terletak pada volume atau jumlah barang yang dijual, melainkan pada karakteristik pelanggan utamanya:

  • Perdagangan Besar (Wholesale): Penjualan kembali barang (baru maupun bekas) yang ditujukan untuk entitas bisnis (B2B), meliputi pedagang eceran, industri, komersial, institusi, pengguna profesional, atau sesama pedagang besar.

    • Aturan Kepemilikan & Agen: Pedagang besar yang bertindak sebagai perantara/agen tanpa memiliki hak atas barang masuk ke Golongan 461. Sementara pedagang besar yang memiliki hak atas barang (seperti distributor, eksportir, importir, jobber, atau agen komisi) masuk ke Golongan 462–469.

  • Perdagangan Eceran (Retail): Penjualan kembali barang kepada masyarakat umum untuk konsumsi atau penggunaan pribadi maupun rumah tangga. Saluran penjualannya meliputi toko konvensional, supermarket, kios, penjualan jarak jauh (pos/internet), showroom, pop-up store, hingga mesin ritel otomatis.

    • Kondisi Batas (Overlap): Jika suatu entitas melayani pelanggan dari sektor bisnis sekaligus rumah tangga, dan porsi dominannya sulit ditentukan, maka entitas tersebut diklasifikasikan sebagai pedagang eceran.

3. Ruang Lingkup Khusus yang Dicakup

  • Perdagangan Transit: Kegiatan pembelian komoditas dan pemindahannya antar wilayah pabean (termasuk transaksi segitiga ekspor-impor lintas negara tanpa melibatkan wilayah ekonomi domestik pelaku), di mana pedagang transit memegang hak penuh atas barang selama proses pengangkutan.

  • Jasa Intermediasi: Layanan perantara khusus maupun umum untuk perdagangan eceran.

  • Automated Retail: Perdagangan makanan atau minuman melalui mesin penjual otomatis (vending machine) atau titik penjualan mandiri.

4. Pengecualian dan Batasan Sektor

Aktivitas berikut tidak termasuk ke dalam Kategori G:

  • Perdagangan Energi (Kategori D): Perdagangan listrik (Subgolongan 3513) dan perdagangan bahan bakar gas melalui jaringan permanen (Subgolongan 3520).

  • Distribusi Produk Digital (Kategori J): Layanan unduh atau streaming konten digital seperti e-book, musik, dan video.

  • Telekomunikasi (Subgolongan 6120): Penjualan kartu perdana/voucher prabayar dan layanan operator telekomunikasi.

  • Reparasi Kendaraan (Golongan Pokok 95): Jasa perbaikan khusus mobil dan sepeda motor.

KBLI G

FAQ KBLI 2025 dan OSS

Bagaimana cara mengecek KBLI 2025?

Cara mengecek KBLI 2025 adalah dengan mencari nama kegiatan usaha atau kode KBLI melalui database KBLI BPS atau sistem OSS. Masukkan kata kunci yang menggambarkan kegiatan utama usaha, kemudian periksa kode 5 digit, judul KBLI, uraian, serta ruang lingkup kegiatannya.

Jika sebelumnya menggunakan KBLI 2020, Anda juga dapat menggunakan fitur konversi KBLI pada OSS untuk mengetahui apakah kode lama tetap sama, berubah, dipecah menjadi beberapa kode, digabung, atau ditata ulang dalam KBLI 2025.

Jangan menentukan KBLI hanya berdasarkan judulnya. Pastikan uraian dan ruang lingkup kode tersebut benar-benar sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

Berapa total KBLI 2025?

KBLI 2025 memiliki 1.559 kelompok kegiatan usaha pada tingkat kode 5 digit. Struktur KBLI 2025 terdiri dari 22 kategori dari A sampai V, 87 golongan pokok, 257 golongan, 519 subgolongan, dan 1.559 kelompok.

Kode 5 digit atau kelompok merupakan tingkat klasifikasi yang paling spesifik dan pada umumnya digunakan ketika menentukan kegiatan usaha dalam proses Perizinan Berusaha melalui OSS.

Cara cek KBLI dimana?

KBLI dapat dicek melalui database resmi KBLI BPS, database KBLI pada OSS, maupun fitur konversi KBLI 2020 ke KBLI 2025 di OSS. Anda dapat mencari berdasarkan kode atau kata kunci kegiatan usaha.

Untuk memahami cara memilih kode, perubahan dari KBLI 2020 ke KBLI 2025, struktur kode, tingkat risiko, serta cara migrasinya di OSS, baca juga Panduan Lengkap KBLI 2025: Cek Kode Terbaru, Perubahan Utama, dan Cara Migrasi di OSS.

Bagaimana cara memperbarui KBLI 2025 di OSS?

Pembaruan KBLI 2025 di OSS dilakukan melalui proses perubahan atau pemutakhiran kegiatan usaha dan, apabila diperlukan, konversi dari KBLI lama ke KBLI 2025.

  1. Login ke akun OSS.
  2. Buka menu Perizinan Berusaha.
  3. Pilih kegiatan usaha atau proyek yang akan diperbarui.
  4. Lakukan perubahan atau pemutakhiran kegiatan usaha.
  5. Ikuti proses konversi KBLI jika masih menggunakan KBLI lama.
  6. Pilih KBLI 2025 yang sesuai dengan kegiatan sebenarnya.
  7. Lengkapi kembali data kegiatan usaha apabila diminta.
  8. Simpan dan selesaikan proses perubahan sampai dokumen Perizinan Berusaha diperbarui.

Jika hasil konversi menghasilkan beberapa pilihan kode karena KBLI lama dipecah atau ditata ulang, pilih berdasarkan kegiatan yang benar-benar dijalankan.

Apakah OSS sudah menggunakan KBLI 2025?

Ya. OSS sudah menggunakan KBLI 2025 sebagai referensi klasifikasi kegiatan usaha. OSS juga menyediakan mekanisme konversi dari KBLI 2020 ke KBLI 2025 untuk membantu pelaku usaha menyesuaikan kegiatan usahanya.

Dalam proses pengajuan baru, perubahan, perluasan, pemutakhiran, atau proses Perizinan Berusaha tertentu, pelaku usaha dapat diminta menyesuaikan kegiatan usahanya dengan KBLI 2025.

Apakah 1 NIB bisa banyak KBLI?

Ya, satu NIB dapat mencakup lebih dari satu KBLI atau kegiatan usaha. NIB merupakan identitas Pelaku Usaha, sedangkan KBLI digunakan untuk mengklasifikasikan kegiatan usaha yang dijalankan.

Namun, masing-masing KBLI dapat memiliki tingkat risiko, persyaratan, Sertifikat Standar, izin, kewajiban, atau PB-UMKU yang berbeda.

Kenapa kode KBLI di OSS tidak muncul?

Kode KBLI dapat tidak muncul di OSS karena beberapa sebab. Salah satunya adalah kode yang dicari masih menggunakan KBLI lama dan telah berubah, digabung, dipecah, atau ditata ulang dalam KBLI 2025.

  • Kode atau kata kunci pencarian tidak sesuai.
  • KBLI telah berubah dalam KBLI 2025.
  • Kegiatan tidak tersedia untuk profil usaha tertentu.
  • Data badan usaha belum diperbarui.
  • Maksud dan tujuan perusahaan belum mendukung kegiatan tersebut.
  • Terdapat kendala atau penyesuaian pada sistem OSS.

Jika kode lama tidak ditemukan, periksa melalui fitur konversi KBLI terlebih dahulu.

Bagaimana cara menambahkan KBLI di OSS versi terbaru?

Untuk menambahkan KBLI di OSS, pelaku usaha perlu melakukan perubahan atau penambahan kegiatan usaha pada data Perizinan Berusaha.

  1. Login ke akun OSS.
  2. Masuk ke menu Perizinan Berusaha.
  3. Pilih perubahan atau pengembangan kegiatan usaha.
  4. Tambahkan kegiatan usaha.
  5. Cari dan pilih KBLI 2025 yang sesuai.
  6. Tentukan lokasi kegiatan usaha.
  7. Lengkapi data investasi dan data kegiatan.
  8. Selesaikan persyaratan yang diminta OSS.
  9. Terbitkan atau perbarui dokumen Perizinan Berusaha.

Untuk badan hukum seperti PT, pastikan kegiatan yang akan ditambahkan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan.

Berapa lama penambahan KBLI di OSS?

Tidak ada satu jangka waktu yang berlaku untuk seluruh proses penambahan KBLI di OSS. Jika data perusahaan sudah sesuai dan tidak membutuhkan perubahan atau verifikasi tambahan, proses administrasinya dapat diselesaikan relatif cepat.

Proses dapat menjadi lebih lama jika dibutuhkan perubahan akta, pembaruan data perusahaan, konversi KBLI, pemenuhan persyaratan dasar, verifikasi Sertifikat Standar, atau perizinan sektoral lainnya.

Bagaimana cara mengatasi KBLI yang tidak muncul di OSS?

Jika KBLI tidak muncul di OSS, langkah pertama adalah memeriksa apakah kode tersebut masih berlaku dalam KBLI 2025.

  1. Cari berdasarkan nama kegiatan, bukan hanya nomor kode.
  2. Periksa hasil konversi KBLI lama.
  3. Baca uraian KBLI 2025 yang baru.
  4. Pastikan data dan maksud tujuan badan usaha telah sesuai.
  5. Periksa apakah kegiatan memiliki pembatasan atau ketentuan tertentu.
  6. Jika kode seharusnya tersedia tetapi tetap tidak muncul, lakukan pengecekan melalui layanan bantuan OSS.

Jangan memilih KBLI lain yang tidak sesuai hanya agar proses OSS dapat dilanjutkan.

Bagaimana cara menampilkan KBLI di NIB yang sudah terbit?

KBLI baru dapat ditampilkan pada NIB yang sudah terbit dengan menambahkan atau memperbarui kegiatan usaha melalui OSS, kemudian menerbitkan kembali dokumen NIB setelah perubahan selesai.

Pelaku usaha tidak perlu membuat badan usaha baru hanya untuk menambahkan kegiatan usaha. Namun, pastikan kegiatan tersebut telah sesuai dengan maksud dan tujuan badan usaha serta ketentuan KBLI 2025.

Apakah KBLI perlu diperbarui?

KBLI perlu diperbarui apabila kode atau ruang lingkup kegiatan usaha sudah tidak sesuai dengan klasifikasi terbaru atau aktivitas usaha yang sebenarnya.

Pembaruan juga dapat diperlukan ketika perusahaan melakukan perubahan, perluasan, pemutakhiran, atau proses Perizinan Berusaha lain yang menggunakan KBLI 2025.

Jangan hanya memeriksa nomor kode. Pada beberapa kasus, kode dapat tetap sama tetapi judul, uraian, atau ruang lingkupnya mengalami perubahan.

Bagaimana cara mendapatkan KBLI?

Cara mendapatkan KBLI yang tepat adalah dengan mengidentifikasi kegiatan usaha yang benar-benar dijalankan, kemudian mencocokkannya dengan klasifikasi KBLI 2025.

  1. Tentukan kegiatan utama dan kegiatan pendukung usaha.
  2. Cari kata kunci kegiatan pada database KBLI.
  3. Periksa beberapa kode yang paling relevan.
  4. Baca judul, uraian, dan ruang lingkup masing-masing KBLI.
  5. Pilih kode 5 digit yang paling sesuai dengan aktivitas nyata.
  6. Periksa tingkat risiko dan Perizinan Berusaha yang berlaku melalui OSS.

Jika perusahaan menjalankan beberapa aktivitas berbeda, perusahaan dapat menggunakan lebih dari satu KBLI sepanjang kegiatan tersebut memang dijalankan dan sesuai ketentuan.

Sources: oss.go.id