Loker Tax Officer Wings

Kamu freshgraduate Fakultas Ekonomi? Yuk coba apply lowongan kerja Tax Office di Wings ini.
Tentang Perusahaan
PT Wings Surya, yang bermarkas di Surabaya, Indonesia, adalah produsen produk rumah tangga dan perawatan diri yang didirikan pada 21 September 1948 dengan nama Fa. Thong Fat, kemudian menjadi Fa. Wings, dan akhirnya PT Wings Surya pada tahun 1991.
Perusahaan ini dirintis oleh Johannes Ferdinand Katuari dan Harjo Sutanto, yang memulai usaha pembuatan sabun batangan dari skala home industry di Surabaya.
Dengan gigih, mereka memasarkan sabun Wings dari rumah ke rumah menggunakan sepeda, menawarkan harga yang lebih terjangkau dibandingkan merek lain seperti Sunlight, sehingga produk mereka populer di kalangan masyarakat.
Nama “Wings” sendiri melambangkan visi mereka untuk mengembangkan usaha setinggi langit.
Requirement
- Minimal Pendidikan S1 dari jurusan akuntansi dengan minimum IPK 3,00 (skala 4,00)
- Memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan inisiatif yang tinggi
- Memiliki pemahaman dasar akuntansi
- Kandidat dengan sertifikasi brevet A dan B diutamakan
Jobdesk
- Menyiapkan laporan pajak bulanan untuk kantor cabang, terutama laporan PPH 21
- Melakukan rekonsiliasi bulanan antara rekening bank dan pembukuan
- Menghitung jumlah pembayaran pajak tiap bulan
- Membuat laporan PPH 21 bulanan
- Melakukan akumulasi dan pelaporan pajak tahunan untuk tiap karyawan di kantor cabang
Skill Yang Dibutuhkan Untuk Jadi Tax Officer
Untuk menjadi seorang Tax Officer yang kompeten, dibutuhkan kombinasi antara hard skills (kemampuan teknis) dan soft skills (kemampuan interpersonal dan personal). Berikut rinciannya:
Hard Skills (Kemampuan Teknis):
- Pengetahuan Perpajakan yang Mendalam: Ini adalah fondasi utama. Seorang Tax Officer harus memahami secara detail peraturan perpajakan yang berlaku, termasuk:
- Hukum dan regulasi perpajakan (misalnya, UU PPh, UU PPN, KUP).
- Jenis-jenis pajak dan perhitungannya (PPh 21, PPh 23, PPN, PBB, dll.).
- Prosedur pelaporan dan pembayaran pajak.
- Perkembangan terbaru dalam peraturan perpajakan.
- Akuntansi: Pemahaman dasar akuntansi sangat penting karena pajak sangat erat kaitannya dengan laporan keuangan. Kemampuan ini meliputi:
- Memahami laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas).
- Memahami jurnal, buku besar, dan proses akuntansi lainnya.
- Kemampuan Analisis dan Berhitung: Tax Officer harus mampu menganalisis data keuangan, menghitung pajak dengan tepat, dan mengidentifikasi potensi masalah perpajakan.
- Penggunaan Software Perpajakan dan Keuangan: Menguasai software yang digunakan untuk perhitungan, pelaporan, dan manajemen pajak, seperti e-Filing, e-SPT, dan software akuntansi.
- Pemahaman tentang Tax Compliance: Memastikan perusahaan mematuhi semua peraturan perpajakan yang berlaku. Ini termasuk:
- Pengisian dan pelaporan SPT (Surat Pemberitahuan) dengan benar dan tepat waktu.
- Pemahaman tentang tax audit dan cara menghadapinya.
Soft Skills (Kemampuan Interpersonal dan Personal):
- Ketelitian dan Detail: Pekerjaan terkait pajak membutuhkan ketelitian yang tinggi karena kesalahan kecil dapat berakibat fatal.
- Manajemen Waktu dan Organisasi: Mampu mengatur waktu dengan baik, memprioritaskan tugas, dan memenuhi deadline yang ketat.
- Kemampuan Komunikasi: Mampu berkomunikasi dengan baik secara lisan maupun tulisan, baik dengan internal perusahaan maupun pihak eksternal seperti kantor pajak.
- Kemampuan Analisis dan Pemecahan Masalah: Mampu menganalisis masalah perpajakan yang kompleks dan mencari solusi yang tepat.
- Integritas dan Etika Kerja yang Tinggi: Mengingat sensitifnya data keuangan dan potensi terjadinya pelanggaran perpajakan, integritas dan etika kerja yang tinggi sangatlah penting.
- Kemampuan Adaptasi dan Belajar: Peraturan perpajakan sering berubah, sehingga seorang Tax Officer harus mampu beradaptasi dan terus belajar untuk mengikuti perkembangan terbaru.
- Kemampuan Bekerja dalam Tim: Seringkali, Tax Officer bekerja dalam tim dengan departemen lain seperti keuangan dan akuntansi.
- Kemampuan Menggunakan Komputer: Selain software khusus perpajakan, penguasaan Microsoft Office (terutama Excel) juga sangat penting.
Kualifikasi Tambahan yang Bermanfaat:
- Sertifikasi Brevet Pajak: Sertifikasi ini menunjukkan kompetensi di bidang perpajakan dan diakui secara luas. Terdapat beberapa tingkatan Brevet Pajak (A, B, C).
- Gelar Sarjana di bidang Akuntansi atau Perpajakan: Pendidikan formal di bidang ini memberikan landasan yang kuat.
- Pengalaman Kerja di bidang Perpajakan: Pengalaman praktis sangat berharga dalam pekerjaan ini.
Tips untuk Mengembangkan Skill:
- Mengikuti pelatihan dan workshop perpajakan: Banyak lembaga yang menawarkan pelatihan dan workshop untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang perpajakan.
- Membaca literatur dan peraturan perpajakan: Terus update dengan membaca peraturan dan literatur terbaru.
- Bergabung dengan komunitas atau organisasi profesi di bidang perpajakan: Ini dapat memperluas jaringan dan mendapatkan informasi terbaru.
- Mencari pengalaman magang atau internship di bidang perpajakan: Pengalaman praktis sangat penting untuk mengembangkan skill.
Dengan menguasai skill yang disebutkan di atas, Anda akan memiliki bekal yang kuat untuk berkarir sebagai seorang Tax Officer yang sukses.


